BERKAS

BERKAS (Berkarya Dengan Keterbatasan Tanpa Batas Penuhi Hak Pendidikan Anak Disabilitas) Melalui Sekolah Inklusif SD Negeri 30 Palembang.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia hingga tahun 2017 mencapai 1,6 juta jiwa (BPS), namun hampir 70% atau sekitar 1,1 juta dari mereka tidak memperoleh pendidikan, baru 30% atau sekitar 480 ribu ABK telah memperoleh Pendidikan. Rendahnya jumlah ABK yang memperoleh Pendidikan, disebabkan faktor-faktor berikut; kurangnya infrastruktur sekolah yang memadai, kurangnya tenaga pengajar khusus, dan stigma masyarakat terhadap ABK.

Di Provinsi Sumatera Selatan Jumlah ABK mencapai 27.831 orang, 1.103 ABK diantaranya berada di Kota Palembang. Seiring permasalahan tersebut tahun 2013 Dinas Pendidikan Kota Palembang telah menginisiasi Inovasi BERKAS (Berkarya Dengan Keterbatasan Tanpa Batas, Penuhi Hak Pendidikan Anak Disabilitas) Melalui Sekolah Inklusif SDN 30 Palembang.

SD Negeri 30 Palembang sudah menampung sekitar 315 ABK, hampir 70% (220 anak) merupakan siswa pindahan dari Sekolah Luar Biasa. Hal ini terjadi selain karena faktor ekonomi, berdasarkan hasil penelitian, pengamatan dan rekomendasi dokter proses belajar ABK lebih efektif dan berdampak positif terhadap tumbuh kembangnya jika dilakukan secara inklusi. Banyak capaian yang diperoleh, antara lain; 100% ABK yang lulus dari SDN 30 Palembang melanjutkan ke SMP, adanya beberapa prestasi ABK, seperti; hapal Al-Qur’an 3 jus, menang lomba story telling tingkat nasional, ABK sudah membaur dengan anak lainnya dan muncul rasa empati dan saling peduli dari sesama.

Inovasi “BERKAS” merupakan terobosan layanan Pendidikan yang memberikan kesempatan seluruh ABK untuk memperoleh hak Pendidikan. Hal ini sejalan dengan target SDGs tahun 2030, yaitu menghilangkan disparitas gender dalam pendidikan dan memastikan akses yang setara terhadap semua tingkatan pendidikan bagi mereka yang rentan, termasuk yang memiliki disabilitas, serta membangun dan meningkatkan mutu fasilitas pendidikan yang sensitif terhadap disabilitas dan menyediakan lingkungan belajar yang aman, tanpa kekerasan, inklusif dan efektif bagi semua.

Kesempatan bagi ABK untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi dengan guru maupun siswa yang bukan ABK berdampak positif bagi tumbuh kembang mereka, serta membangun rasa peduli dan empati bagi siswa lainnya.

Inovasi “BERKAS” wujud Pendidikan adil, merata dan berkualitas bagi masyarakat, sangat inovatif karena mampu membangun kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Palembang dan stakeholder terkait, untuk mengajak dan mendorong ABK untuk bersekolah, serta mendorong orang tua/keluarga mendukung ABK bersekolah melalui Pendidikan inklusi.

ABK mengikuti proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif bersama anak-anak normal lainnya, metode ini sangat efektif bagi tumbuh kembang ABK dalam belajar, dibandingkan di sekolah luar biasa dengan komunitas sesama ABK. 70% siswa ABK SDN 30 Palembang pindahan dari Sekolah Luar Biasa. Anak normal dapat lebih dini mengenal ABK sehingga dapat berempati, berinteraksi, berkomunikasi dan menghargai semua anak.