TOSERBA

Selama ini partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih sangat rendah, pada tahun 2013 menurut data Indikator Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS) Angka Partisipasi Sekolah (APS) anak usia 3 – 6 tahun di Kota Palembang berkisar pada angka 40,92% atau sekitar 50.728 anak, dari total 123.969 jiwa. Artinya terdapat kesenjangan akses layanan PAUD, padahal usia tersebut masa yang sangat potensial dalam tumbuh kembang anak.

Faktor utama rendahnya partisipasi sekolah pada anak usia dini adalah tingginya biaya yang dibebankan pada orang tua setiap bulannya, dan akses layanan yang terbatas.

Sejak tahun 2013 Dinas Pendidikan Kota Palembang bersama Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Junjung Birru menginisiasi program mendorong peningkatan partisipasi PAUD melalui inovasi “TOSERBA” (Terobosan Sekolah Beli Sampah) mengatasi masalah pendidikan, ekonomi keluarga dan lingkungan.

Dengan bermodalkan sampah inovasi ini memberi solusi bagi masyarakat untuk dapat mengakses layanan PAUD tanpa membebani keuangan mereka, bahkan sebaliknya mereka dapat sumber penghasilan baru. Inovasi ini membantu mengurangi produksi sampah di Kota Palembang, menjadi titik pantau adipura Kota Palembang, telah mendidik 437 siswa dari keluarga tidak mampu, serta melahirkan sekitar 282 Keluarga Kader Lingkungan (K2L), meningkatkan angka partisipasi sekolah (usia 3-6 tahun) dari 40,92 (2013) menjadi 47,71 (2020), meningkatkan IPM Kota Palembang dari 75,49 (2013) menjadi 78,33 (2020).

Inovasi ini mampu meningkatkan partisipasi PAUD di Kota Palembang, sebanyak 437 siswa dari keluarga kurang mampu telah belajar di TK Junjung Birru, dengan menekankan Pendidikan karakter berbasis lingkungan saat ini telah melahirkan 282 K2L. Dengan bermodalkan sampah anak-anak dapat memperoleh Pendidikan yang berkualitas, serta membantu dalam memelihara lingkungan dari pencemaran sampah. Program ini mendukung terwujudnya target SDGs tahun 2030, memastikan semua anak mendapat akses terhadap Pendidikan anak usia dini yang berkualitas, pengasuhan dan pendidikan pra-dasar agar mereka siap masuk ke pendidikan dasar, serta memastikan bahwa orang di mana pun memiliki informasi dan kesadaran atas gaya hidup yang selaras dengan alam.

Program ini sangat inovatif sebagai solusi memenuhi hak pendidikan bagi anak sejak dini, sekaligus membantu menyelesaikan masalah ekonomi keluarga, mengatasi persoalan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Dalam penyelenggaraan Pendidikan di TK Junjung Birru ini, hampir semuanya memanfaatkan sampah dan barang bekas sebagai media pembelajaran, dengan prinsip Reduce (kurangi), Reuse (gunakan kembali), Recycle (daur ulang), semua sampah dari siswa akan dibuat berdaya guna dan berhasil guna melalui pembelajaran yang mengutamakan nilai pendidikan karakter peduli lingkungan.

Selain itu inovasi ini mampu membangun kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Palembang, TK Junjung Birru dan stakeholder maupun masyarakat, dalam mengatasi masalah Pendidikan, ekonomi dan lingkungan.